Industri

Investasi Semikonduktor RI-AS Diproyeksikan Dorong Industri Nasional Maju Pesat

Investasi Semikonduktor RI-AS Diproyeksikan Dorong Industri Nasional Maju Pesat
Investasi Semikonduktor RI-AS Diproyeksikan Dorong Industri Nasional Maju Pesat

JAKARTA - Kerja sama industri semikonduktor antara perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) berpotensi menghadirkan investasi hingga US$ 31,59 miliar. 

Joint Development Agreement (JDA) telah ditandatangani sebagai tonggak awal pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyaksikan langsung penandatanganan untuk memastikan komitmen strategis kedua negara.

Tahap pertama pengembangan diproyeksikan senilai US$ 4,89 miliar, sementara investasi lanjutan dapat mencapai US$ 26,7 miliar. Kolaborasi ini melibatkan PSN Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco Industrial Park (GESEIP) melalui PT Galang Bumi Industri dan mitra AS, Essence Global Group, LLC., serta Tynergy Technology Corp. 

Airlangga menegaskan pengembangan ini bagian dari strategi nasional memperdalam struktur industri dan meningkatkan daya saing Indonesia.

“JDA ini bukan sekadar investasi finansial. Ini bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global. Kita ingin Indonesia menjadi basis produksi dan pengembangan teknologi semikonduktor strategis,” ujar Airlangga. 

Dengan pendekatan ini, Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga penghasil produk dan inovasi strategis. Hal ini diharapkan meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam rantai nilai semikonduktor global.

Dampak Lapangan Kerja dan Transfer Teknologi

Investasi semikonduktor diperkirakan menciptakan 5.000 lapangan pekerjaan terampil di sektor rekayasa, manufaktur wafer, teknologi material maju, dan sistem energi generasi baru. 

Pekerjaan tersebut akan mempercepat transfer teknologi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional. Direktur Utama PT Galang Bumi Industri, Ahmad Maruf Maulana, menekankan pentingnya penguatan kompetensi tenaga kerja untuk mendukung industri teknologi tinggi ini.

“Ekosistem yang dibangun mencakup hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi. Mulai dari pemurnian bahan baku kaca hingga produksi polysilicon untuk semikonduktor dan solar cell,” kata Ma’ruf. 

Tynergy Group akan mengembangkan pemurnian kuarsa silika melalui PT Quantum Luminous Indonesia dan polysilicon melalui PT Essence Global Indonesia. Tahap awal investasi sebesar US$ 4,9 miliar diyakini membuka peluang kerja terampil hingga 2.500 orang.

Airlangga menambahkan, pembentukan lapangan kerja ini sejalan dengan kebutuhan kompetensi nasional dan mendukung inovasi teknologi. Pemerintah mendorong agar lulusan lokal dapat terserap dalam industri strategis ini. Selain itu, pelatihan dan pengembangan kapasitas SDM menjadi bagian integral dari strategi hilirisasi teknologi.

Ruang Lingkup Kerja Sama Industri

Kerja sama semikonduktor mencakup empat fokus utama. Pertama, investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur di PSN Wiraraja GESEIP. Kedua, perluasan inisiatif energi terbarukan dan proyek industri hijau untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Ketiga, program pengembangan tenaga kerja serta strategi penciptaan lapangan kerja nasional.

Keempat, riset dan pengembangan teknologi mutakhir agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Investasi AS juga berfokus pada teknologi plasmonik inovatif untuk memproduksi wafer ingot dan sel surya. Teknologi amplifikasi energi canggih, termasuk pengembangan penyalaan fusi dan sumber energi generasi baru, menjadi bagian dari roadmap pengembangan.

Ma’ruf menekankan pentingnya integrasi teknologi agar seluruh siklus produksi semikonduktor berjalan optimal di Indonesia. “Kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok global, mendukung pusat data berbasis AI, dan transisi energi berkelanjutan,” ujarnya. Dengan demikian, kerja sama ini membawa nilai tambah ekonomi dan teknologi yang signifikan bagi Indonesia.

Investasi Tahap Awal dan Proyeksi Lanjutan

Tahap awal investasi yang digelontorkan Tynergy Technology Corp mencapai US$ 250 juta untuk pembangunan fasilitas manufaktur di Galang. 

Proyeksi ini membuka lapangan kerja 2.500 orang dan memulai rantai hilirisasi semikonduktor. Jika sukses, tahap lanjutan akan melibatkan tambahan US$ 26,7 miliar untuk produksi ingot wafer, wafer slicing, hingga fabrikasi terintegrasi.

Investasi lanjutan akan memastikan Indonesia memiliki ekosistem lengkap, mulai dari pemurnian bahan baku hingga produksi wafer dan solar cell. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, efisiensi dan produktivitas manufaktur dapat meningkat. Ma’ruf menegaskan, kesiapan SDM dan teknologi menjadi kunci agar investasi besar ini memberikan hasil optimal.

Airlangga menambahkan, JDA ini menjadi momentum penting bagi Indonesia agar menjadi pemain strategis di industri semikonduktor global. “Kami memastikan ekosistem semikonduktor Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga siap berkompetisi di pasar internasional,” ucapnya. Strategi ini sejalan dengan kebijakan nasional memperkuat kemandirian industri dan inovasi teknologi.

Dukungan Infrastruktur dan Energi Terbarukan

Pengembangan PSN Wiraraja GESEIP tidak hanya fokus pada manufaktur semikonduktor, tetapi juga proyek energi terbarukan. Infrastruktur modern dibangun untuk mendukung sistem energi generasi baru dan ramah lingkungan. Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap industri hijau dan keberlanjutan teknologi tinggi.

Investasi ini juga mencakup integrasi energi terbarukan untuk mendukung efisiensi manufaktur dan mengurangi ketergantungan energi fosil. 

Airlangga menyatakan, pengembangan teknologi mutakhir harus sejalan dengan strategi energi berkelanjutan. “Kolaborasi ini menghadirkan sinergi antara teknologi canggih, energi hijau, dan penguatan kapasitas nasional,” katanya.

Ruang lingkup riset meliputi pengembangan wafer, solar cell, dan energi terbarukan generasi baru. Kolaborasi dengan mitra AS memastikan transfer teknologi dan inovasi global dapat diimplementasikan di Indonesia. Dengan demikian, ekosistem semikonduktor nasional akan menjadi tulang punggung industri strategis Indonesia di masa depan.

Potensi Dampak Ekonomi dan Global

JDA ini diprediksi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global. Selain menciptakan lapangan kerja terampil, investasi juga mendorong percepatan hilirisasi industri. Kolaborasi strategis ini memungkinkan Indonesia menjadi basis produksi, inovasi, dan pusat riset teknologi tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Ma’ruf menekankan, keberhasilan proyek ini akan meningkatkan daya saing nasional dan memperkuat kemandirian teknologi. Dengan dukungan pemerintah dan sektor swasta, Indonesia siap mengambil peran penting dalam industri semikonduktor global. Kolaborasi RI-AS diharapkan memberi dampak ekonomi, teknologi, dan sosial yang signifikan bagi masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index