Menag Sebut Kepemimpinan Prabowo Subianto Berada di Jalur Tepat

Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:48:31 WIB
Menag: Pembangunan Indonesia Era Prabowo Berjalan di Jalur Tepat [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengimbau seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan untuk memanjatkan syukur atas kondisi bangsa di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Menurut Nasaruddin, nakhoda kepemimpinan di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto sudah berada di trek yang benar.

“Di tengah dinamika global, kami patut bersyukur karena pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto berjalan pada jalur yang tepat,” ucap dia dalam Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Nasaruddin menyampaikan bahwa Indonesia memegang fondasi kuat untuk bertransformasi menjadi salah satu poros peradaban dunia di masa depan.

Menurutnya, hal itu didukung oleh ketahanan ekonomi serta situasi sosial-politik yang tergolong kondusif ketimbang banyak negara lain yang tengah dilanda perselisihan.

Ia turut menganggap agenda Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai cerminan kuatnya nilai kerukunan di tengah pluralitas masyarakat Indonesia.

Ribuan warga dan para pimpinan lintas iman bersatu mendoakan tanah air meski berpijak dari keanekaragaman latar belakang agama.

“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini, maka itu tidak boleh ada yang mengacak-acaknya,” pungkasnya.

Doa Kebangsaan

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama menyelenggarakan Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026), sebagai bentuk pembuka dimulainya Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rangkaian acara tersebut dilangsungkan mulai pukul 17.00 WIB sampai pukul 21.30 WIB.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin membeberkan, agenda tersebut diisi serangkaian kegiatan religi dan kebangsaan, mulai dari zikir bersama, khataman Al-Qur'an, shalat Magrib berjamaah, persembahan hadrah, hingga Shalawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Agenda ini juga diwarnai pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Zian Fahrezi serta lantunan doa bersama lintas agama yang dipimpin perwakilan tokoh dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

“Tersedia pula ratusan toilet, serta area wudu dengan sekitar 1.000-1.500 keran untuk kenyamanan seluruh hadirin,” kata Kamaruddin.

Terkini