ARPU Telkomsel Naik 9% Semester I/2026, Pelanggan Tembus 153,5 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:05:01 WIB
Telkomsel Catat ARPU Naik 9% di Semester I/2026, Laba Rp10,4 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) membukukan lonjakan rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU) mencapai 9% secara year-on-year (YoY) hingga berada pada level Rp45.600 pada paruh pertama semester I/2026.

Capaian pertumbuhan ini diukir di tengah langkah penyesuaian basis pengguna seluler yang tercatat berada di angka 153,5 juta pelanggan.

Hasil ARPU tersebut memperlihatkan efektivitas strategi korporasi dalam memacu produktivitas pemakai serta penguatan adopsi terhadap penawaran layanan digital bernilai tambah.

Meskipun basis jumlah pengguna menyusut 4,9 juta dibanding periode semester I/2025 yang sempat menyentuh 158,4 juta jiwa, Telkomsel sukses mengamankan kinerja keuangan yang tangguh melalui torehan pendapatan bernilai Rp55,6 triliun atau naik 3,3% YoY.

Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengutarakan bahwa pencapaian pada Semester I 2026 merupakan buah manis dari kepercayaan para pelanggan serta kolaborasi seluruh insan Telkomsel untuk senantiasa mengabdi secara maksimal.

Pengembangan lini bisnis mobile yang sehat diakselerasi lewat penyederhanaan portofolio produk, kedisiplinan dalam memberikan penawaran, hingga optimalisasi adopsi ragam layanan bernilai tambah yang lebih presisi.

“Kami mengapresiasi seluruh pelanggan, Telkom Indonesia , serta Danantara Indonesia yang terus memperkuat arah transformasi, tata kelola, dan daya saing Telkom Group,” kata Nugroho dikutip Minggu (2/8/2026).

Menilik dari sisi sarana infrastruktur, Telkomsel mengoperasikan setidaknya 301 ribu base transceiver station (BTS) sampai pengujung Juni 2026 guna menjaga konsistensi kenyamanan pengalaman konsumen.

Infrastruktur penunjang tersebut mencakup 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, serta 49 ribu BTS 2G. Langkah penguatan jaringan digelar secara terfokus demi menjamin ketersediaan layanan yang gesit, stabil, dan responsif.

Upaya efisiensi beserta fokus terhadap basis pelanggan berkualitas turut mengerek tingkat profitabilitas perseroan. EBITDA Telkomsel tumbuh 8,6% YoY menuju Rp26,1 triliun dengan penguatan margin ke level 46,9%.

Perolehan laba bersih perusahaan pun terangkat 8,3% YoY menjadi Rp10,4 triliun. Laju growth ini disokong oleh porsi pendapatan sektor bisnis mobile yang terangkat 5,6% ke level Rp42,8 triliun dan sektor bisnis digital yang melesat 11,0% mencapai Rp40,8 triliun. Tingkat konsumsi data juga merangkak naik 0,8% YoY menjadi 11,8 juta terabyte.

Pada lini layanan fixed broadband, Telkomsel menerapkan penyesuaian strategis guna mencetak struktur basis pelanggan yang jauh lebih sehat serta berkelanjutan, sehingga mampu menjaring 9,5 juta pengguna dengan kenaikan ARPU 3,4% menjadi Rp210,8 ribu dan tingkat penetrasi konvergensi menyentuh 65%.

Nugroho menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergisitas bersama para pemangku kepentingan dalam mengawal agenda transformasi entitas di bawah naungan Danantara Indonesia.

Ia mengimbuhkan, selaku penyedia ekosistem layanan telekomunikasi digital terdepan, tanggung jawab utama Telkomsel adalah memastikan keberlanjutan transformasi dapat dirasakan secara nyata oleh pelanggan lewat sokongan keandalan jaringan, kepraktisan layanan, proteksi digital yang kokoh, serta penyempurnaan pengalaman yang kian baik.

“Kami akan terus berinovasi agar setiap kemajuan teknologi memberikan manfaat nyata bagi setiap orang, rumah, dan kegiatan bisnis di Indonesia,” pungkas Nugroho.

Terkini