JAKARTA - Alexander Zverev menilai persaingannya bersama Jannik Sinner dalam perebutan takhta petenis nomor satu dunia masih berpotensi bergeser hingga pengujung musim 2026 walaupun atlet asal Italia itu masih menduduki puncak klasemen ATP.
Menjelang penampilannya pada ajang ATP Masters 1000 di Montreal, Zverev mengutarakan bahwasanya posisi puncak peringkat dunia menjadi salah satu sasaran yang hendak digapainya usai berhasil mengamankan gelar Grand Slam perdana di Roland Garros.
"Tentu saja itu adalah tujuan saya," kata Zverev dikutip dari ATP, Senin (3/8/2026).
Kendati demikian, petenis berkebangsaan Jerman tersebut menggarisbawahi bahwa dirinya tak mau terlalu terpaku pada urusan peringkat.
"Tujuan utama adalah bermain tenis sebaik mungkin. Jika saya bisa terus meningkatkan permainan, maka hasil, gelar, dan peringkat akan mengikuti," ujar Zverev.
Saat ini Sinner masih menduduki posisi teratas ATP Rankings lewat torehan 13.450 poin, sedangkan Zverev membuntutinya pada peringkat kedua dengan raihan 8.480 poin.
Akan tetapi, dalam perhitungan klasemen ATP Live Race to Turin yang mengakumulasi poin sepanjang musim berjalan, jarak keduanya kini hanya berselisih 1.410 poin.
Lantaran agenda kompetisi masih menyisakan rentang waktu sekitar tiga setengah bulan, persaingan demi mengamankan tempat tertinggi diprediksi masih bakal bergulir sengit.
Turnamen di Montreal menjadi panggung perdana Zverev pasca ditaklukkan oleh Sinner pada babak final Wimbledon.
Capaian tersebut makin mempertegas dominasi petenis Italia itu menjadi lima kemenangan dari lima laga kontra Zverev sepanjang kurun 2026, sekaligus mengukuhkan 10 kemenangan berturut-turut dalam rekor pertemuan mereka.
Walau belum sanggup mematahkan dominasi Sinner, Zverev beranggapan persaingan ketat mereka justru membuktikan konsistensi performa keduanya sepanjang musim ini.
"Kami mungkin paling sering bertemu dibandingkan pemain lain di tur. Memang bukan hal yang positif jika saya terus kalah darinya, tetapi itu juga menunjukkan kami mungkin merupakan dua pemain paling konsisten musim ini," kata Zverev.
Petenis yang kini menginjak usia 29 tahun itu melangkah ke turnamen Montreal berbekal rekor 44 kemenangan dan 11 kekalahan sepanjang musim ini, termasuk pencapaiannya menjuarai Roland Garros.
Pernah merengkuh trofi National Bank Open Canadian Open Tennis Tournament pada edisi 2017, Zverev bakal merintis perjuangannya dengan bertanding melawan pemenang duel antara petenis Italia Lorenzo Sonego serta petenis Belanda Tallon Griekspoor.