Panduan Lengkap Skema Menu MBG yang Berubah Khusus Ramadhan 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:07:53 WIB
Panduan Lengkap Skema Menu MBG yang Berubah Khusus Ramadhan 2026

JAKARTA - Serba-serbi Skema Menu MBG Berubah saat Ramadan menjadi perhatian Badan Gizi Nasional (BGN). 

Kepala BGN, Dadan Hindayana, memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlanjut meski bulan puasa berlangsung. Program ini disesuaikan agar penerima manfaat tetap memperoleh gizi yang seimbang tanpa mengganggu ibadah puasa.

Dadan menjelaskan, kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tidak mengalami perubahan layanan. “Untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, juga normal,” ujarnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan gizi utama tetap terpenuhi selama Ramadan.

Penyusunan skema MBG pada bulan puasa mempertimbangkan waktu konsumsi dan bentuk makanan. BGN mengatur agar makanan tahan lama dan aman untuk dikonsumsi saat berbuka. Penyesuaian ini penting agar semua kelompok penerima tetap mendapatkan manfaat optimal.

Empat Mekanisme Distribusi MBG

Dadan menyebutkan ada empat mekanisme utama dalam pelaksanaan MBG selama Ramadan. Mekanisme pertama diterapkan di sekolah dengan mayoritas siswa berpuasa. Makanan tetap dikirim ke sekolah dalam bentuk yang bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.

Mekanisme kedua berlaku untuk sekolah di daerah dengan mayoritas siswa tidak berpuasa. Layanan MBG tetap berjalan normal tanpa perubahan jadwal atau menu. Hal ini memastikan kontinuitas program tetap terjaga di semua wilayah.

Mekanisme ketiga menegaskan layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan seperti biasa. Dadan menekankan tidak ada pergeseran waktu konsumsi untuk kelompok ini. Keberlanjutan layanan menjadi prioritas utama untuk menjaga keseimbangan gizi mereka.

Mekanisme keempat berlaku khusus di pesantren. Karena dapur dan penerima berada dalam area pesantren, waktu konsumsi digeser ke saat berbuka. “Jadi masaknya siang hari, dikonsumsi pada saat buka,” jelas Dadan.

Penyesuaian Menu MBG di Bulan Puasa

Serba-serbi Skema Menu MBG Berubah saat Ramadan juga terlihat pada jenis makanan yang disediakan. Untuk siswa yang berpuasa, menu dibuat tahan lama agar bisa dikonsumsi saat berbuka. BGN menyiapkan kurma, telur rebus, telur asin, abon, buah, susu, dan penganan lokal yang umum disajikan selama Ramadan.

Selain itu, BGN berupaya melibatkan UMKM lokal dalam penyediaan menu. Hal ini sekaligus mendukung ekonomi komunitas dan memastikan ketersediaan bahan tetap merata. Dadan menekankan penghindaran produk industri besar agar menu tetap sehat dan tradisional.

Untuk daerah yang mayoritas tidak berpuasa, layanan MBG tetap dengan menu segar seperti hari biasa. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga menerima makanan yang sesuai kebutuhan gizi. Penyesuaian menu dilakukan semata-mata untuk menyesuaikan pola konsumsi saat puasa tanpa mengurangi kualitas nutrisi.

Koordinasi dan Integrasi Program MBG

BGN menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai pihak agar program MBG berjalan lancar. Untuk pesantren, waktu distribusi makanan digeser ke sore hari menjelang berbuka puasa. 

“Untuk SPPG yang ada di dalam pesantren dan penerima manfaatnya juga di pesantren, maka pelayanan normal tetapi waktunya digeser ke sore hari menjelang puasa,” ujar Dadan.

Selain pesantren, integrasi program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas tengah dipersiapkan bersama Kementerian Sosial. Strategi ini bertujuan agar seluruh penerima manfaat memperoleh layanan yang tepat sesuai kondisi mereka. BGN terus mematangkan mekanisme agar program tetap inklusif dan efektif.

Koordinasi juga dilakukan dengan BUMD dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengatur ketersediaan bahan pangan agar tidak menimbulkan lonjakan permintaan tertentu. Dengan pendekatan ini, distribusi MBG lebih teratur dan aman bagi masyarakat.

Strategi Pengendalian dan Efektivitas MBG

BGN menyiapkan strategi pengendalian bahan pangan selama Ramadan untuk menjaga stabilitas pasokan. Jika permintaan suatu komoditas meningkat secara berlebihan, menu dapat dialihkan ke bahan substitusi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program tanpa mengganggu penerima manfaat.

Serba-serbi Skema Menu MBG Berubah saat Ramadan juga mempertimbangkan kenyamanan konsumsi. Makanan disiapkan sesuai kebutuhan penerima dan tetap mempertahankan kandungan gizi. Dengan cara ini, MBG tetap dapat mendukung kesehatan masyarakat sekaligus memudahkan pelaksanaan ibadah puasa.

Dadan menegaskan, kerja sama lintas instansi akan mempermudah pengaturan bahan pangan. BGN bersama pemangku kepentingan akan mengantisipasi kebutuhan masyarakat menjelang puasa dan Idul Fitri. Dengan mekanisme ini, program MBG tetap efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Terkini