Resep Ayam Garlic Parmesan Menjadi Pilihan Lezat Menu Buka Puasa Hari Ini

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:06:58 WIB
Resep Ayam Garlic Parmesan Menjadi Pilihan Lezat Menu Buka Puasa Hari Ini

JAKARTA - Momen berbuka puasa sering dimanfaatkan banyak orang untuk menikmati hidangan favorit setelah seharian menahan lapar dan dahaga. 

Namun, pilihan menu yang terlalu pedas kerap memicu gangguan pencernaan ketika perut masih kosong. Melihat kebutuhan tersebut, PT Richeese Kuliner Indonesia menghadirkan inovasi ayam goreng dengan sentuhan rasa baru yang lebih bersahabat di lambung.

Inovasi Richeese GPT untuk Ramadhan

Menawarkan alternatif yang lebih ramah di saluran pencernaan, PT Richeese Kuliner Indonesia menghadirkan inovasi ayam goreng berbalut bumbu garlic parmesan. Menu tersebut secara resmi dinamai Richeese GPT. Kehadiran menu ini ditujukan untuk memberikan opsi rasa berbeda saat berbuka puasa.

"Dengan memadukan reputasi saus keju khas Richeese Factory dengan tren rasa garlic parmesan, menu ini menawarkan opesi eksplorasi rasa yang baru," kata Chandrataruna, Corporate Communication RiCheese Kuliner Indonesia atau Richeese Factory. Ia menyampaikan bahwa inovasi ini memadukan identitas merek dengan selera yang tengah populer.

Ia mengatakan penggunaan nama tersebut merupakan cara pihaknya me-reinterpretasi terhadap tren digital. Jika dunia digital punya Generative Pre-trained Transformer, GPT yang dimaksud Richeese Factory merupakan singkatan dari Garlic Parmesan Temptation. Penamaan ini sekaligus menjadi pendekatan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Menu ini menjadi jawaban bagi cheesemate yang mendambakan sensasi berbeda di luar cita rasa pedas ikonis yang selama ini menjadi ciri khas Richeese Factory," sambungnya. 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa inovasi ini menyasar pelanggan setia yang ingin variasi rasa. Dengan begitu, konsumen memiliki alternatif selain menu pedas yang sudah dikenal luas.

Karakter Rasa dan Pilihan Paket

Bahan dasarnya sama, yakni ayam goreng krispi yang dibaluri tepung bumbu. Namun, alih-alih dibaluri saus pedas, ayam goreng itu dibalut keju parmesan dengan aroma bawang putih yang lebih ringan di lidah. Perpaduan ini menghadirkan cita rasa gurih dengan sensasi creamy yang lembut.

"Kami selalu ingin membangun kedekatan emosional dengan Cheesemate. Dengan begitu, kami bisa memberikan pilihan yang lebih dekat dan beragam," ujar Chandrataruna. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan menu yang sesuai kebutuhan pelanggan. Pendekatan ini juga memperkaya variasi produk di tengah persaingan kuliner cepat saji.

Menu ayam goreng itu bisa dipesan individu atau paket combo yang terdiri dari nasi atau kentang goreng dan minuman susu stroberi. Pelanggan juga akan diberikan cocolan saus keju yang jadi ciri khas restoran siap saji tersebut. Kombinasi ini dirancang untuk melengkapi pengalaman bersantap saat berbuka.

Risiko Berbuka dengan Makanan Pedas

Di sisi lain, tak jarang dari kita yang berbuka puasa dengan langsung menyantap makanan pedas seusai minum. Padahal, beberapa masalah kesehatan bisa terjadi akibatnya. Kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan.

Rasa pedas pada makanan yang disebabkan senyawa kimia capsaisin bisa mengiritasi lambung dan menyebabkan gejala seperti mulas, kembung, dan sakit perut. Terutama setelah seharian berpuasa, tubuh kita lebih rentan terhadap dampak negatif dari makanan pedas ini. Kondisi lambung yang kosong membuat iritasi lebih mudah terjadi.

Makanan pedas juga dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks asam lambung, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan seperti GERD. 

Kombinasi antara lambung yang kosong setelah berpuasa seharian dan konsumsi makanan pedas dapat memperparah gejala refluks asam lambung dan menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan. Dampaknya bisa mengganggu aktivitas setelah berbuka.

Pilih Menu Lebih Bijak Saat Berbuka

Tidak hanya itu, berbuka dengan makanan pedas juga dapat memengaruhi kualitas tidur kita. Kandungan capsaisin dalam makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh dan merangsang produksi keringat yang dapat mengganggu tidur nyenyak setelah berbuka puasa. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan istirahat optimal pada malam hari.

Karena itu, sebaiknya kita memilih untuk berbuka puasa dengan makanan yang lebih ringan dan mudah dicerna, seperti kurma dan air putih yang dapat membantu merangsang sistem pencernaan secara perlahan. 

Anda juga bisa mengonsumsi makanan berprotein, serat, dan nutrisi yang seimbang untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan yang cukup setelah seharian berpuasa. Pola makan yang tepat membantu menjaga stamina selama Ramadhan.

Dalam menghargai momen berbuka puasa, mari kita juga memperhatikan kesehatan tubuh kita. Hindarilah kebiasaan berbuka dengan makanan pedas secara langsung dan pilihlah untuk menyantap makanan yang lebih ringan dan sehat. Kesehatan kita bernilai lebih dari sekadar kenikmatan sesaat.

Terkini