JAKARTA - PT Danantara menyiapkan rencana besar untuk mentransformasi sektor perkeretaapian di Indonesia.
Transformasi ini dilakukan melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan fokus pada elektrifikasi jalur strategis. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi transportasi kereta dan mendukung pengembangan kawasan baru.
Perluasan Jalur KRL ke Lima Kota
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa perpanjangan jalur KRL akan dilakukan pada lima kota utama pada tahun ini.
Salah satu fokus utama adalah Jakarta dengan jalur Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Rangkas. "Dengan kita melakukan elektrifikasi kereta api listrik, ini akan menghidupkan kota-kota baru dan tahun ini harus dilakukan," ujarnya.
Perluasan jalur KRL ini juga diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi di wilayah sepanjang lintasan kereta.
Jalur yang baru dioperasikan akan mendukung konektivitas antar kota dan mempercepat waktu tempuh perjalanan. Implementasi elektrifikasi di lima kota menjadi langkah strategis Danantara untuk modernisasi perkeretaapian nasional.
Gerbong dan Lokomotif Wajib Produksi Dalam Negeri
Dony menegaskan bahwa seluruh gerbong dan lokomotif yang digunakan wajib diproduksi di dalam negeri. Hal ini bertujuan memperkuat industri nasional, khususnya PT Industri Kereta Api (INKA). "Saya mewajibkan kereta api itu tidak boleh lagi mengimpor gerbong maupun lokonya," tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung produk dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja. Produksi lokal juga diharapkan meningkatkan kualitas dan efisiensi perawatan armada kereta. Dengan demikian, transformasi perkeretaapian tidak hanya modern, tetapi juga berkontribusi pada industri nasional.
Investasi Total Rp50 Triliun untuk Transformasi
Transformasi perkeretaapian yang direncanakan oleh Danantara membutuhkan investasi besar. Total dana yang digelontorkan diperkirakan mencapai Rp50 triliun. "Sementara kita akan menghabiskan kurang lebih total dari proses transformasi daripada perusahaan kereta api kita itu kurang lebih sekitar Rp50 triliun," jelas Dony.
Investasi ini mencakup elektrifikasi jalur, modernisasi armada, hingga pembangunan infrastruktur pendukung. Dana yang besar ini menunjukkan komitmen Danantara dalam membangun sistem perkeretaapian modern. Investasi tersebut juga diharapkan meningkatkan daya saing sektor transportasi kereta Indonesia di tingkat regional.
Manfaat Transformasi bagi Masyarakat dan Ekonomi
Transformasi perkeretaapian akan membawa manfaat luas bagi masyarakat. Jalur baru dan elektrifikasi akan memudahkan akses transportasi harian dan mempercepat mobilitas antar kota. Selain itu, kawasan baru yang tumbuh di sepanjang lintasan akan meningkatkan peluang ekonomi dan bisnis lokal.
Peningkatan kapasitas angkut kereta juga diharapkan mengurangi kemacetan di jalan raya. Dengan sistem yang lebih efisien dan modern, masyarakat dapat menikmati perjalanan lebih cepat dan nyaman. Transformasi ini menjadi langkah strategis untuk menguatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dukungan Industri Nasional dan Peningkatan Teknologi
Kebijakan wajib produksi gerbong dan lokomotif di dalam negeri menegaskan dukungan pada industri nasional. PT INKA akan menjadi pusat manufaktur yang menyediakan armada kereta modern untuk kebutuhan domestik. Hal ini sekaligus mendorong inovasi teknologi dalam industri perkeretaapian.
Dengan memanfaatkan teknologi lokal, perawatan dan pengoperasian kereta dapat dilakukan lebih efisien. Selain itu, pengembangan SDM dalam industri kereta api juga akan meningkat. Kombinasi transformasi infrastruktur dan penguatan industri lokal diharapkan membawa sektor perkeretaapian Indonesia ke level modern dan berkelanjutan.