Akulaku Tetap Optimis Capai Target Pembiayaan Baru di Tahun 2026

Senin, 09 Maret 2026 | 13:53:08 WIB
Akulaku Tetap Optimis Capai Target Pembiayaan Baru di Tahun 2026

JAKARTA - PT Akulaku Finance Indonesia menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp8,2 triliun pada 2026, meningkat 12% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Presiden Direktur Akulaku Finance, Perry Barman Slangor, mengatakan fokus perusahaan tetap menjaga pertumbuhan yang sehat, terukur, dan berkelanjutan. 

“Kami memperkirakan NPF di tahun ini berkisar, dan kami coba menjaga, di sekitar 1,2%. Dan, kami melihat ini penting untuk kami jaga supaya kami tetap tumbuh secara sustainable,” ungkap Perry.

Realisasi target 2026 diproyeksikan melanjutkan tren positif kinerja Akulaku yang telah terjaga. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan pembiayaan baru Rp7,44 triliun atau tumbuh 23% YoY. Rasio NPF bersih juga tetap rendah di angka 1,1%, menandakan kesehatan aset perusahaan terjaga.

Perry menegaskan bahwa pertumbuhan berkelanjutan menjadi fokus utama. Hal ini sekaligus memastikan perusahaan tetap kompetitif di industri BNPL dan pay later. Strategi ini dinilai krusial untuk memperkuat posisi Akulaku di pasar.

Dua Faktor Pendukung Pencapaian Target

Menurut Perry, ada dua faktor utama yang mendukung pencapaian target pembiayaan tahun ini. Pertama, ekosistem digital Akulaku yang kuat dan sudah mapan. “Kami makin mendalami peran kami di berbagai platform e-commerce, baik yang sudah bekerja sama maupun yang baru,” ujarnya.

Kedua, perusahaan menggunakan kecerdasan buatan untuk mengelola risiko kredit. Sistem AI membantu menilai potensi kredit bermasalah sehingga pembiayaan dapat disalurkan secara lebih aman. “Dengan mitigasi risiko ini, kami dapat memperluas penyaluran pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan,” tambah Perry.

Perry juga menekankan pentingnya basis pengguna yang besar dan loyal. Tahun lalu, transaksi keuangan melalui Akulaku mencapai 46,5 juta kali. “Jadi, dengan begini, kami juga dapat memahami dan menganalisis perilaku konsumen untuk melakukan penetrasi yang lebih dalam dan lebih meaningful,” jelasnya.

Ekspansi Pasar dan Distribusi Geografis

Akulaku memiliki dua pilar utama dalam bisnis 2026, yakni ekspansi pasar dan integrasi ekosistem. Saat ini, konsentrasi pengguna masih dominan di Pulau Jawa, terutama Jawa Barat dengan 7,9 juta pengguna. Perry menilai masih banyak ruang untuk ekspansi ke pulau-pulau lain agar distribusi pengguna lebih merata.

Selain itu, perusahaan juga menargetkan perluasan bisnis luring. Saat ini, transaksi offline baru mencapai sekitar 24% dari total pasar. “Kami memperluas jaringan dengan lebih dari 10.000 merchant offline di seluruh Indonesia, termasuk toko ritel, gadget, dan lifestyle,” kata Perry.

Ekspansi pasar offline ini diharapkan meningkatkan penetrasi dan kesadaran masyarakat terhadap layanan BNPL Akulaku. Perusahaan juga memanfaatkan integrasi dengan platform besar untuk memperkuat distribusi. Strategi ini mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan inklusi keuangan yang lebih luas.

Integrasi Ekosistem dan Diversifikasi Pendanaan

Selain ekspansi pasar, Akulaku menekankan integrasi ekosistem yang lebih dalam. Kolaborasi dengan institusi perbankan dilakukan untuk mengoptimalkan biaya dana. Diversifikasi sumber pendanaan, termasuk melalui pinjaman luar negeri, juga menjadi fokus.

Perry menambahkan bahwa BNPL tetap menjadi kontributor utama portofolio perusahaan, yakni 89%. Layanan ini terintegrasi di platform Akulaku sendiri maupun platform besar seperti TikTok dan Shopee. “Perluasan integrasi platform akan terus dilakukan untuk meningkatkan distribusi dan kenyamanan pengguna,” jelasnya.

Strategi integrasi ekosistem ini diharapkan mendukung pertumbuhan pembiayaan baru. Optimalisasi sistem internal membantu memperkuat layanan BNPL dan pay later. Hal ini sekaligus memastikan perusahaan tetap kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Pengelolaan Risiko dan Peluang Inklusi Keuangan

Manajemen risiko menjadi fokus utama Akulaku dalam mencapai target pembiayaan. Sistem AI dan analisis perilaku konsumen digunakan untuk menilai risiko kredit. Langkah ini membantu perusahaan mengurangi potensi kredit bermasalah.

Perry menekankan bahwa risiko yang terkendali memungkinkan perusahaan memperluas layanan BNPL. Hal ini juga membuka peluang untuk inklusi keuangan yang lebih luas. “Kita memiliki fundamental yang baik untuk terus memimpin inklusi keuangan di Indonesia,” tutup Perry.

Dengan strategi pertumbuhan sehat, ekspansi pasar, integrasi ekosistem, dan manajemen risiko yang matang, Akulaku optimistis target Rp8,2 triliun dapat tercapai.

Pendekatan ini juga memastikan layanan tetap berkualitas bagi pengguna lama maupun baru. Perusahaan berkomitmen memimpin inklusi keuangan dan memperkuat ekosistem digital secara berkelanjutan.

Terkini