Mendagri Dorong ASN Kemendagri dan BNPP Maksimalkan Kinerja Nasional

Selasa, 31 Maret 2026 | 15:58:23 WIB
Mendagri Dorong ASN Kemendagri dan BNPP Maksimalkan Kinerja Nasional

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya peningkatan kinerja ASN di lingkungan Kemendagri dan BNPP pasca-libur Idul Fitri.

“Saya terima kasih kepada rekan-rekan yang telah bekerja meskipun pada saat libur panjang. Kemudian bagi rekan-rekan yang sudah melaksanakan libur panjang, anggap saja sebagai recharge baterai, lebih sehat, lebih segar untuk menghadapi tugas-tugas kita yang panjang ke depan,” ujarnya. 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal ASN Kemendagri dan BNPP di kantor pusat Kemendagri, Jakarta Pusat.

Tito menyampaikan ucapan selamat hari raya sekaligus motivasi bagi para ASN. “Saya atas nama pribadi, keluarga dan juga sebagai pimpinan Kemendagri dan BNPP mengucapkan selamat hari raya sekali lagi. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin, dan tentu saya berharap kita akan bekerja lebih baik,” katanya. 

Hal ini menegaskan pentingnya semangat baru dan kesiapan para pegawai setelah libur panjang.

Apresiasi juga diberikan kepada ASN yang tetap menjalankan pelayanan publik selama libur panjang. Kehadiran mereka menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat. Semangat ini diharapkan menjadi teladan bagi seluruh pegawai di Kemendagri dan BNPP.

Penguatan Kesiapsiagaan Kepala Daerah

Mendagri menegaskan bahwa kepala daerah juga harus tetap siaga selama dan pasca-Lebaran. Surat Edaran telah diterbitkan agar para kepala daerah tidak bepergian ke luar negeri dan tetap memantau wilayahnya secara aktif. Hal ini penting untuk memastikan pelayanan publik dan koordinasi pemerintah tetap berjalan tanpa hambatan.

Selama libur panjang, beberapa kepala daerah tetap siaga menghadapi kebutuhan masyarakat dan kondisi darurat. Tito mencontohkan kunjungannya ke Aceh dan Sumatera Utara untuk memantau daerah terdampak bencana. 

“Saya juga tidak berhenti dua minggu yang lalu bersama Bapak Presiden di Aceh, dan minggu yang lalu hampir tiga atau empat hari saya berkeliling ke Sumatera Utara di daerah-daerah bencana di masa liburan,” tuturnya.

Kesiapsiagaan kepala daerah menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kelancaran program prioritas nasional. Sinergi antara pusat dan daerah memastikan langkah-langkah cepat dapat diambil bila diperlukan. Hal ini juga menjadi tolok ukur profesionalisme ASN di tingkat daerah.

Fokus pada Program Prioritas Presiden

Mendagri mengingatkan ASN Kemendagri dan BNPP untuk berfokus membantu pemerintah daerah dan kementerian/lembaga menjalankan program prioritas Presiden.

Program tersebut meliputi pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, penanganan sampah, serta Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, program tiga juta rumah, serta pemulihan pascabencana di Sumatera juga menjadi prioritas.

Menurut Tito, keterlibatan ASN dalam program ini sangat menentukan keberhasilan implementasi. “Tinggal rekan-rekan harus berpikir. Jangan memikirkan apa yang mau diberikan organisasi ini, Kemendagri-BNPP kepada rekan-rekan. Rekan-rekan harus berpikir, apa yang harus bisa diberikan kepada organisasi ini,” ujarnya. 

Pesan ini menekankan tanggung jawab ASN untuk aktif berkontribusi, bukan hanya menunggu arahan.

Partisipasi aktif ASN menjadi penentu kualitas pelayanan publik dan pencapaian target nasional. Kinerja yang baik akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat ini, ASN diharapkan dapat menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Antisipasi Dinamika Global dan WFA

Tito juga menekankan perlunya ASN mengantisipasi dinamika global, khususnya terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi global yang fluktuatif berpotensi memengaruhi harga dan distribusi energi nasional. Oleh karena itu, kesiapan pegawai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pelayanan publik dan program pemerintah.

Selain itu, wacana penerapan Work From Anywhere (WFA) akan segera diumumkan resmi pemerintah. Pengalaman sebelumnya saat pandemi COVID-19 dengan Work From Home (WFH) dapat menjadi referensi. ASN diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan fleksibilitas kerja sambil tetap produktif dan fokus pada pencapaian program kerja.

Kesiapan menghadapi perubahan ini menuntut pegawai untuk berpikir proaktif. ASN harus mampu memberikan kontribusi maksimal bagi organisasi. Pendekatan ini menekankan budaya kerja yang inovatif dan responsif terhadap tantangan modern.

Membangun Budaya Kerja Berorientasi Kontribusi

Mendagri menekankan bahwa ASN tidak hanya menerima manfaat organisasi, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata. “Tempat rekan-rekan, kita semua cari makan, dan dapat status,” tuturnya. Filosofi ini menekankan tanggung jawab individu dalam mendukung kinerja institusi secara keseluruhan.

Budaya kerja berorientasi kontribusi ini diharapkan mendorong ASN untuk lebih kreatif dan produktif. Pegawai harus berpikir bagaimana kemampuan mereka dapat memperkuat efektivitas organisasi. Dengan cara ini, Kemendagri dan BNPP dapat terus menjadi lembaga yang responsif dan profesional.

Peningkatan kinerja pasca-libur bukan sekadar formalitas, melainkan momentum untuk memperkuat pelayanan publik. Melalui Halal Bihalal, komunikasi, motivasi, dan arahan langsung dari pimpinan, ASN diharapkan memulai periode kerja baru dengan semangat tinggi. Kontribusi nyata setiap pegawai menjadi kunci keberhasilan program pemerintah dan pelayanan optimal bagi masyarakat.

Terkini