JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, pemerintah mulai memperkuat berbagai kesiapan transportasi agar perjalanan masyarakat berjalan lebih lancar.
Salah satu fokus utama adalah kelancaran jalur penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang setiap tahun meningkat saat masa mudik.
Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah strategi agar distribusi kendaraan menuju Sumatera dapat berjalan lebih tertata. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang biasanya terjadi di kawasan Merak, Banten.
Dengan pengaturan jalur yang lebih sistematis, arus kendaraan diharapkan dapat bergerak lebih lancar selama periode mudik.
Kementerian Perhubungan menyiapkan empat pelabuhan penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Sumatera untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Penambahan jalur penyeberangan ini diharapkan dapat mengurai kepadatan kendaraan yang menuju Sumatera melalui kawasan Merak, Banten. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Penambahan Pelabuhan Penyeberangan Jawa Sumatera
Pemerintah menilai peningkatan fasilitas transportasi laut menjadi langkah penting dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat. Ketersediaan kapal serta jalur penyeberangan yang memadai diharapkan mampu mengimbangi peningkatan volume kendaraan selama masa mudik. Dengan perencanaan yang matang, arus kendaraan diharapkan dapat tersebar ke beberapa pelabuhan.
“Pada masa angkutan Lebaran 2026 akan disediakan empat pelabuhan penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera dengan jumlah kapal yang bertambah dari tahun sebelumnya. Kami harap arus kendaraan menuju Sumatera lebih lancar lagi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudy saat meninjau Pelabuhan Merak bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno di Banten. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pelabuhan siap digunakan selama masa mudik. Pemerintah ingin memastikan seluruh layanan transportasi dapat berjalan dengan baik.
Adapun empat jalur penyeberangan yang disiapkan meliputi Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, serta BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu.
Selain itu, Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang disiapkan sebagai rencana cadangan atau contingency plan. Skema ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas jika terjadi lonjakan kendaraan secara tiba-tiba.
Strategi Buffer Zone Mengurai Kepadatan Kendaraan
Selain menyiapkan jalur penyeberangan tambahan, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah pengaturan kendaraan. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penyediaan buffer zone atau area penyangga kendaraan. Area ini berfungsi menampung kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah buffer zone di sekitar Pelabuhan Merak. Area penyangga tersebut berada di jalur arteri, jalan tol, maupun kawasan pelabuhan. Dengan adanya area ini, arus kendaraan dapat diatur secara bertahap sebelum memasuki area penyeberangan.
Di jalur arteri, buffer zone disiapkan di area parkir Munic Line dan Cikuasa Atas. Sementara di jalan tol, buffer zone berada di rest area KM 13A, KM 43A, dan KM 68A. Adapun buffer zone di kawasan pelabuhan berada di Pelabuhan Merak, Pelabuhan Indah Kiat, Pelabuhan BBJ Bojonegara, serta Pelabuhan Ciwandan.
Dudy mengatakan puncak arus mudik penyeberangan dari kawasan Merak diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Meski demikian, lonjakan kendaraan diperkirakan mulai terjadi sejak 14 hingga 15 Maret. “Kami juga mengantisipasi kemungkinan lonjakan sudah mulai terjadi sejak nanti malam hingga tanggal 15 Maret,” katanya.
Pengaturan Kendaraan dan Informasi Perjalanan
Pemerintah juga menyiapkan aturan pengaturan kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan. Sistem pengaturan ini dilakukan dengan membagi pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan. Kebijakan tersebut bertujuan membuat alur kendaraan lebih tertib.
Untuk mengatur pergerakan kendaraan di pelabuhan penyeberangan, pemerintah juga menerapkan pembagian pelabuhan berdasarkan sumbu dan golongan kendaraan melalui Surat Keputusan Bersama. Aturan ini diharapkan mampu menjaga arus kendaraan tetap lancar selama masa mudik. Dengan disiplin pelaksanaan aturan, antrean panjang di pelabuhan dapat diminimalkan.
Menurut Dudy, aturan tersebut harus dijalankan secara disiplin agar arus kendaraan saat mudik tetap lancar dan tidak menimbulkan penumpukan di pelabuhan. Bagi masyarakat yang akan mudik melalui Pelabuhan Merak dan sekitarnya, Dudy mengimbau agar selalu memantau informasi dari kanal resmi.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar hoaks dari sumber yang tidak jelas. “Kami menyediakan layanan live yang menyajikan informasi kondisi penyeberangan sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik,” ucap Dudy.
Harapan Pemerintah untuk Arus Mudik Lebih Merata
Selain pengaturan transportasi, pemerintah juga berharap pola perjalanan masyarakat dapat lebih tersebar. Dengan waktu mudik yang lebih panjang, kepadatan kendaraan diharapkan tidak terpusat pada satu waktu saja. Hal ini dinilai dapat membantu menjaga kelancaran perjalanan.
Sementara itu, Pratikno berharap arus mudik dapat tersebar merata dalam beberapa hari sebelum Lebaran. Hal ini dimungkinkan karena rentang waktu mudik tahun ini cukup panjang. Periode mudik dimulai sejak akhir pekan pada 13 Maret.
Menurutnya, periode tersebut kemudian dilanjutkan dengan kebijakan work from anywhere, cuti bersama, serta libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Dengan jadwal libur yang cukup panjang, masyarakat memiliki fleksibilitas untuk menentukan waktu perjalanan.
“Setelah itu masih ada WFA lagi, dan aparatur sipil negara baru kembali bekerja pada 30 Maret. Dengan rentang waktu yang panjang ini, kami berharap arus mudik dan arus balik dapat terdistribusi lebih merata,” kata Pratikno.
Ia juga berharap seluruh pihak dapat bersinergi dan responsif dalam melayani masyarakat agar perjalanan mudik berlangsung nyaman, aman, dan selamat.
Dalam peninjauan tersebut turut hadir Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Agus Subiyanto.