3 Gangguan pada Testis yang Umum Terjadi, Pria Wajib Waspada!

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:58:01 WIB
Mengenal 3 Gangguan pada Testis Menurut Dokter Spesialis Andrologi [FOTO: NET].

JAKARTA - Kesehatan reproduksi pria umumnya kurang mendapat perhatian hingga timbul rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Padahal, gangguan pada organ vital seperti buah zakar atau testis berdampak langsung pada peluang memperoleh keturunan.

Kondisi paling ekstrem dari masalah reproduksi ini adalah tidak ditemukannya sel sperma sama sekali di dalam cairan mani.

"Azoospermia itu kan sperma kosong. Itu penyebabnya ada dua bagian besar. Satu sumbatan, satu non-sumbatan," ungkap dr. Christian Christoper Sunnu, Sp.And, dalam sesi diskusi Eka Hospital BSD bersama awak media di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Selasa (28/7/2026).

Ragam gangguan yang bisa terjadi pada testis

1. Sperma kosong 

Kondisi azoospermia mengubah alur penanganan medis bagi pria secara drastis.

Pada kasus sumbatan, organ reproduksi sebenarnya tetap memproduksi sel benih, namun salurannya tersumbat rapat sehingga sperma tidak dapat keluar.

"Kalau sumbatan, otomatis dia mau enggak mau harus bayi tabung. Diambil spermanya langsung dari buah zakar, lanjut ke ICSI," terang dr. Sunnu.

Sementara itu, azoospermia non-sumbatan memiliki akar masalah yang jauh lebih kompleks. Kondisi ini dapat diwariskan lewat mutasi Azoospermia Factor (AZF).

"Dia bisa karena genetik, keturunan. Kami cek genetik namanya AZF. Dia ada tipe A, B, sama C," tutur dr. Sunnu.

Pria yang terdiagnosis AZF tipe A tidak memiliki peluang untuk menemukan sel sperma di dalam tubuhnya, sehingga metode bayi tabung pun tidak dapat dijalankan.

"Kalau dia enggak hoki sama sekali ya, dia kena tipe A tuh. Itu mau dia IVF berapapun, dibelek buah zakarnya, enggak akan ketemu spermanya, nol," ungkap dr. Sunnu.

2. Kondisi darurat torsio testis 

Ancaman reproduksi pria lainnya berawal dari insiden fisik yang dikenal sebagai torsio testis. Kondisi ini terjadi sewaktu buah zakar terpelintir secara mendadak di dalam kantung skrotum, yang seketika menghentikan aliran darah secara menyeluruh.

"Torsio testis namanya. Kalau ditanya penyebab utamanya idiopatik, tidak diketahui. Cuman memang perputarannya itu kan si bijinya posisinya ngegantung dari tali," papar dr. Sunnu.

Tali penggantung buah zakar amat rawan bereaksi terhadap gerakan tubuh yang agresif atau berputar.

"Kalau dia kena aktivitas tertentu, contoh habis olahraga ekstrem atau mutar badan, tiba-tiba yang bawah ikut mutar, ngunci gitu," jelas dr. Sunnu.

Peristiwa ini termasuk kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan operasi secepatnya sebelum jaringan testis mengalami pembusukan permanen.

"Alirannya keblok semua. Darah kotor maupun darah bersih keblok semua. Matilah ini, bengkak merah sakit luar biasa. Golden period-nya cuman enam jam," tegas dr. Sunnu.

3. Penurunan testosteron 

Saat fungsi testis terganggu, tubuh pria bakal mengalami defisit hormon testosteron secara otomatis. Penurunan ini tidak sekadar merusak gairah, melainkan juga mengacaukan tingkat energi, fokus, serta kestabilan suasana hati.

Kadar hormon yang terlampau rendah turut berkaitan dengan sindrom metabolik, seperti lonjakan kolesterol, tekanan darah tinggi, hingga obesitas.

Beruntung, masalah kemandulan dan penurunan energi imbas ketidakseimbangan hormon yang bukan disebabkan faktor genetik masih mengantongi peluang kesembuhan tinggi.

"Kalau non-genetik yang gangguan hormon, ya kami tinggal naikin hormonnya, tiga sampai enam bulan biasanya keluar tuh spermanya," kata dr. Sunnu.

Penurunan hormon dan kualitas sperma juga dapat timbul secara sementara imbas kebiasaan harian, seperti mengendarai kendaraan jarak jauh yang meningkatkan suhu pada area vital testis.

Dokter spesialis menyediakan pilihan Testosterone Replacement Therapy (TRT) guna menangani kekurangan hormon tersebut. 

Terapi medis ini memanfaatkan testosteron buatan yang diberikan melalui suntikan, gel kulit, implan pelet, hingga obat tablet. Pasien pun disarankan mengonsumsi asupan suplemen tambahan seperti zinc, magnesium, dan vitamin D.

Meski demikian, pasien wajib mendatangi dokter spesialis yang tepat agar masalahnya tertangani secara presisi. 

Pria dapat mengunjungi spesialis urologi atau andrologi. Namun, permasalahan hormonal lebih tepat ditangani oleh spesialis andrologi seperti dr. Sunnu. Sementara itu, kendala perkemihan, penis bengkok, hingga kanker, lebih tepat ditangani oleh spesialis urologi.

Terkini